Post Views: 32
uin-suska.ac.id Pengurus Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (PW BKMT) Provinsi Riau melaksanakan audiensi dengan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Senin (25/05/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus membahas rencana kerja sama pengembangan program Sekolah Lansia “Amal Ikhlas” BKMT Riau.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara BKMT Provinsi Riau dan UIN Suska Riau untuk mendukung pelaksanaan serta pengembangan pendidikan bagi lanjut usia di Provinsi Riau.
Ketua PW BKMT Provinsi Riau, Dra. Hj. Septina Primawati, M.M., menyampaikan bahwa Sekolah Lansia “Amal Ikhlas” merupakan salah satu program BKMT yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia melalui pendidikan, pembinaan keagamaan, serta pemberdayaan sosial.
Menurutnya, sekolah nonformal tersebut hadir sebagai wadah kegiatan positif bagi para lansia agar tetap aktif, produktif, dan memperoleh ruang belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam program ini, Dr. Elda dipercaya sebagai kepala sekolah atau direktur program.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Jumlah pendaftar sudah mencapai 168 orang, padahal kapasitas ideal per kelas hanya sekitar 40 peserta, sementara pendaftaran masih dibuka hingga akhir Mei,” ujar Septina.
Untuk mendukung keberlangsungan program tersebut, BKMT Provinsi Riau berencana menjalin kerja sama resmi melalui nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Riau (UNRI) dan UIN Suska Riau, terutama dalam penyediaan tenaga pengajar yang kompeten sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Terkait proses pembelajaran, kegiatan belajar mengajar direncanakan berlangsung di Aula Masjid Agung yang memiliki kapasitas hingga 200 peserta. Selain itu, pihak pengurus juga tengah mempersiapkan konsep tata ruang kelas yang ramah lansia, seperti pengaturan tempat duduk berbentuk melingkar agar peserta lebih fokus, mudah berinteraksi dengan pengajar, dan tetap aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
Rencananya, kegiatan belajar akan dimulai lebih dahulu, sementara peluncuran resmi Sekolah Lansia Amal Ikhlas akan dilaksanakan bertepatan dengan momentum Milad BKMT.
Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, program Sekolah Lansia Amal Ikhlas sangat relevan dengan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, serta sejalan dengan fokus kajian Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) yang juga mencakup isu perempuan dan lansia.
Sebagai bentuk dukungan nyata, UIN Suska Riau siap memfasilitasi kebutuhan tempat pembelajaran dengan menawarkan penggunaan ruangan di Kampus Sukajadi yang berada di pusat kota.
Tidak hanya itu, universitas juga siap melibatkan sumber daya manusia dari delapan fakultas yang dimiliki. Para dosen dari berbagai disiplin ilmu, seperti psikologi, keagamaan, pendidikan, ekonomi, hingga sosial, akan dilibatkan untuk memberikan materi dan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter peserta lansia.
Pihak universitas menilai program tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah bagi dosen untuk berkontribusi dalam membangun karakter serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.
Untuk merealisasikan program ini, pihak kampus menyarankan agar rencana teknis, jadwal pertemuan, serta skema kerja sama segera dikoordinasikan lebih lanjut dengan kepala pusat terkait agar dosen dapat menyesuaikan jadwal mengajar mereka selama satu semester.