web analytics

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Gelar Wisuda 2026, Orasi Ilmiah Tekankan Pentingnya Kecerdasan Finansial di Era Digital

uin-suska.ac.id Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda lulusan program doktor, magister, sarjana, dan diploma untuk Periode I dan II Tahun 2026. Prosesi akademik ini berlangsung selasa, 5 Mei 2026, bertepatan dengan 17 Dzulqa’dah 1447 H, bertempat di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UIN Suska Riau.

Sidang senat terbuka secara resmi dibuka oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Hj. Zaitun, M.Ag., sebagai bentuk pengukuhan kelulusan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan. Wisuda kali ini mencakup Program Doktor ke-72 dan 73, Program Magister ke-104 dan 105, serta Program Sarjana dan Diploma ke-124 dan 125.

Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianty, S.E., M.Si., Ak., CA, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengabdian di tengah masyarakat.

“Wisuda ini merupakan tonggak awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. Kami berharap para wisudawan dan wisudawati menjadi insan yang unggul secara akademik, berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujar rektor”

Prosesi wisuda ini tidak sekadar menandai berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi gerbang bagi para lulusan untuk melangkah ke dunia nyata dengan membawa bekal keilmuan dan nilai-nilai keislaman yang telah ditempa selama menempuh pendidikan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Firmansyah, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Subbagian Umum beserta jajaran yang mewakili Kepala Dinas. Hadir pula perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Bapak Firdaus, bersama pimpinan universitas, anggota senat akademik, serta tamu undangan lainnya.

Dalam rangkaian acara, orasi ilmiah disampaikan oleh Ketua Program Studi S1 Manajemen, Susnaningsih Mu’at, SE, MM. Ph.D yang mengangkat isu krusial tentang pentingnya kecerdasan finansial di tengah derasnya arus digitalisasi.

Dalam orasinya, ia menyoroti bahwa transformasi sistem pembayaran digital telah berkembang menjadi fenomena global. Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, penggunaan pembayaran digital di negara berkembang melonjak dari 35 persen menjadi 67 persen, menandai pergeseran menuju masyarakat tanpa uang tunai (cashless society).

Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan tantangan serius. Generasi muda, khususnya generasi Z, kini cenderung beralih dari budaya menabung ke ketergantungan pada kredit digital instan. Data menunjukkan bahwa dua dari tiga individu generasi Z lebih memilih menggunakan fitur paylater dibandingkan meminjam kepada keluarga atau teman.

“Kemudahan ini memang terasa praktis dan aman. Namun tanpa pengendalian diri yang kuat, hal tersebut dapat menjerumuskan pada jebakan utang (debt trap) yang berisiko merusak reputasi finansial di masa depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa buruknya rekam jejak keuangan sejak usia muda dapat berdampak jangka panjang, termasuk menutup akses terhadap peluang penting seperti pembiayaan usaha maupun kepemilikan rumah.

Pada kesempatan tersebut, universitas juga menetapkan wisudawan terbaik tingkat universitas, yakni Bilhakki Putra dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (S3) dan Yovia Violanda Fransiska dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, atas capaian akademik dan prestasi yang membanggakan.

Melalui momentum wisuda ini, UIN Suska Riau kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, literasi finansial yang baik, serta kesiapan menghadapi tantangan global di era digital.