web analytics

Rektor UIN Suska Riau Selaku Presiden AIUA Dari The First Meeting of AIUA di Banjarmasin

            Ada sejumlah agenda dalam pertemuan yang melibatkan 22 Perguruan Tinggi Agama Islam se-Asian itu. Diantaranya, membahas program kerja dan pengembangan kemitraan, Koloqium Perguruan Tinggi Islam Indonesia dan Malaysia dengan menghadirkan narasumber dari BAN-PT dan Malaysia Quality Assurance (MQA),  International Seminar on Islam Wasthiyah In Asean Region dan Pertemuan Wakil Rektor bidang akademik terkait  pengembangan institusi ke depan.

            Begitu Rektor dan sejumlah rombongan dari UIN Suska Riau sampai di Banjarmasin, dan menginap di hotel Aria Barito, hanya berselang satu jam sejumlah kegiatan pun telah menunggu. Sekitar pukul 16.00 WIB, kegiatan diawali rapat koordinasi panitia lokal dari UIN Suska Riau sendiri dan IAIN Antasari Banjarmasin. Hal ini untuk memastikan agenda-agenda yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik. Terutama terkait konfirmasi kehadiran undangan, narasumber, koordinasi dengan pemda setempat, transportasi dan akomodasi. Bahkan agenda pendukung lainnya pun tak luput dibahas. Seperti halnya  penampilan kekayaan khazanah lokal sebagai pendukung kegiatan bertaraf regionall ini.

            Esoknya, Jumat (12/6/2015) tepatnya sekitar pukul 20.00 WIB, pembukaan acara resmi digelar. Bertempat di komplek kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Acara dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Rudy Resnawan. Dalam sambutannya Wakil Gubernur mengungkapkan, kegiatan sebesar ini seyogyanya dilakukan sebagai wahana membangun SDM, dalam melibatkan pemerintah dalam membangun perguruan tinggi.  Pada kesempatan yang sama juga hadir Sekjen Kementrian Agama, Prof  Dr H Nur Syam yang sekaligus bertindak sebagai Keynote Speaker.

            Sabtu (13/6/2015) bertempat di ruang Mahligai Pancasila komplek kantor Gubernur Kalimantan Selatan itu, acara dilanjutkan dengan kegiatan koloqium BAN-PT dan MQA. Oleh panitia, acara ini sengaja dikemas dalam bentuk Plenary Session. Dari BAN-PT menghadirkan narasumber, Prof Dr Ir Mansyu Ma’shum, sedangkan dari MQA diwakili oleh kedutaan Malaysia. Namun esoknya, koloqium sesi selanjutnya dilaksanakan di Ballroom Hotel Aria Barito.

            Intinya, kedua narasumber dan peserta sepakat, pentingnya meningkatkan kualitas Pendidikan Tinggi Agama Islam di Asian, guna menghadapi tantangan global. Hal itu salah satunya dilakukan dengan meningkatkan akreditasi jurusan atau prodi perguruan tinggi. Hal ini menjadi penting, karena menjadi tolak ukur dan penilian pihak luar, terkait mutu dan kualitas penyelenggara pendidikan. Oleh karena itu pemerintah juga perlu mendorong  agar perguruan tinggi mampu mencapai visi dan misi, untuk mencapai level tarap internasional.

Dari Koloqium tersebut juga diketahui, bahwa terdapat berbagai persamaan sistem akreditasi perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Oleh karena itu, AIUA menjadi sarana pencapaian visi dan misi perguruan tinggi yang tergabung didalamnya. “gaungnya tentu akan lebih terasa jika dilakukan bersama dalam forum AIUA ini, ketimbang sendiri-sendiri” ujar Munzir Hitami.

Ke depan, perguruan tinggi-perguruan tinggi baik di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Brunei  yang tergabung dalam kanggotaan AIUA, juga di beri tugas dan mandat untuk merangkul keanggotaan perguruan tinggi lainnya di masing-masing negara. Hal itu tentu saja agar forum ini bisa lebih besar lagi. Ungkap Munzir Hitami.

Rangkaian Acara juga diisi dengan Intenational Seminar on Islam Wasatiyah in Southeast Asia. Seminar Internasional ini menghadirkan para pemateri antara lain, dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr M Amin Abdullah, MA dengan mengangkat tema “Islam Wasathiyah and Chalenges of Radicalism in Indonesia”. Dari Representative of Thailand, mengangkat tema “Islam Wasatiyah; Tahiland Experience”. Juga dari Representative of Brunei Darussalam, yang mengangkat tema “Islam Wasatiyah; Brunei Darussalam Experience” dan dari Representataive of the Islamic University of Malaysia, Tan Sri Prof Dr Kamal Hasan, dengan tema “Islam Wasatiyah; Malaysian Experience” serta dari BNPT, Indonesia, Prof Dr Irfan Idris, MA dengan mengangkat tema “Strategies of Deradicalization of Islam in Indonesia”.

Acara juga dihadiri para wakil rektor atau pembantu rektor UIN dan IAIN se Indonesia. Dimana pada saat yang sama juga digelar pertemuan forum WR I, yang membahas beberapa persoalan di bidang akademik.

Disamping diisi dengan kunjungan wisata budaya lokal di beberapa lokasi sebagai pelepas kepenatan, acara juga diakhiri dengan pembahasan program kerja AIUA dengan para Rektor dari perguruan tinggi Islam di Asian yang tergabung dalam AIUA. Adapun pembahasan mencakup, Qualification framework, the credit transfer, students mobility and access to uversity education, quality assurance, join degree, colaborative research, builing economic partnership, membership, logo, budgeting, next agenda meeting, dissemination of knowledge, dan students life serta join awards.

Penulis              : Suardi

Kontributor        : M. Absor

Tim liputan Suska News (Donny, Azmi, PTIPD)

redaksi@uin-suska.ac.id

Leave a Reply