Post Views: 113

uin-suska.ac.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau kembali berkontribusi positif di kancah internasional melalui partisipasi aktif tenaga pendidiknya. Pada hari Rabu, 27 Mei 2026, Dr. Saidul Amin, MA., seorang akademisi dari Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), mendapatkan kehormatan untuk bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan keagamaan tingkat internasional ini diselenggarakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, tepatnya di Aula Sultan Hasanuddin.
Pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha tersebut tidak hanya sekadar menjadi agenda rutinitas keagamaan, melainkan bertransformasi menjadi momentum penting bagi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Malaysia. Suasana ibadah berlangsung dengan sangat khidmat dan dipenuhi oleh nuansa kekeluargaan yang erat. Acara ini secara efektif berfungsi sebagai wadah untuk memperkuat tali silaturahmi serta solidaritas di antara masyarakat diaspora Indonesia yang tengah bermukim dan bekerja di negeri jiran.
Sebelum pelaksanaan ibadah utama dimulai, rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan resmi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato’ Muhammad Iman Hascaryo Kusumo. Dalam pidatonya, beliau tidak hanya menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha kepada seluruh hadirin, tetapi juga menitipkan pesan kebangsaan. Beliau mengimbau secara persuasif agar seluruh diaspora Indonesia senantiasa menjaga martabat serta nama baik bangsa dan negara selama berdomisili di Malaysia. Turut hadir mendampingi beliau dalam acara tersebut adalah sejumlah pejabat teras KBRI, termasuk Atase Pendidikan dan Kebudayaan, R. Ahmad Ramadhoni Surya Putra.
Memasuki acara inti, Dr. Saidul Amin menyampaikan khutbah yang komprehensif dan sarat makna dengan mengusung tema “Menanamkan Nilai-Nilai Falsafah Qurban dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. Dalam pemaparannya, beliau memberikan penekanan khusus pada urgensi meneladani struktur dan dinamika keluarga Nabi Ibrahim AS sebagai representasi ideal dari kehidupan sosial kemasyarakatan. Beliau menguraikan bahwa figur Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail merupakan cerminan dari relasi yang harmonis antara seorang pemimpin, kaum perempuan, dan elemen rakyat.
Lebih lanjut, Dr. Saidul Amin memaparkan bahwa kesejahteraan sebuah bangsa hanya dapat direalisasikan apabila elemen-elemen tersebut berfungsi secara optimal. Hal ini bermakna bahwa seorang pemimpin harus mampu memberikan keteladanan moral yang baik, kaum perempuan harus diberikan ruang serta peran yang terhormat, dan hak-hak fundamental rakyat kecil harus senantiasa dilindungi secara berkeadilan. Oleh karena itu, keteladanan keluarga Nabi Ibrahim dipandang sangat relevan untuk diaplikasikan melintasi zaman demi mewujudkan tatanan negara yang sejahtera.
Sebagai kesimpulan, penyelenggaraan Salat Idul Adha di KBRI Malaysia ini memiliki makna ganda. Di satu sisi, kegiatan ini memfasilitasi pemenuhan kewajiban spiritual bagi umat Islam Indonesia di luar negeri. Di sisi lain, momentum ini menjadi pilar penguat ikatan persatuan antarwarga negara, sekaligus sarana edukasi kebangsaan melalui pesan-pesan filosofis agama yang mendalam.