Post Views: 77

uin-suska.ac.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menyelenggarakan acara “Sosialisasi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)” dan program pembiayaan pendidikan lainnya. Mengusung semangat peningkatan kualitas sumber daya manusia, kegiatan strategis ini dilangsungkan di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau pada hari Jumat, 29 Mei 2026.
Acara ini dihadiri secara langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi selingkungan UIN Suska Riau. Hadir dalam acara tersebut Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, MS, SE, M.Si, Ak., yang didampingi oleh Wakil Rektor I, Prof. H. Raihani, M.Ed, Ph.D., Wakil Rektor II, Dr. Alex Wenda, ST, M.Eng., serta Wakil Rektor III, Dr. Haris Simaremare, ST, MT. Turut hadir pula Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. A Munir, MA., beserta para dekan, wakil dekan, ketua program studi, dosen, dan puluhan mahasiswa yang menjadi calon penerima beasiswa.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Suska Riau menyampaikan bahwa hari ini merupakan momen yang sangat krusial bagi sivitas akademika untuk menangkap berbagai peluang beasiswa yang ada. Beliau mengingatkan bahwa jika peluang-peluang emas ini tidak segera dimanfaatkan, maka kesempatan tersebut akan terlewatkan begitu saja, “Hari ini adalah hari yang sangat penting karena kita harus menangkap beberapa peluang yang kiranya kesempatan-kesempatan ini jika kita tidak manfaatkan, maka kita akan dilewatkan begitu saja,” tegas Rektor di hadapan para peserta.
Beliau menjelaskan bahwa Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dirancang khusus bagi para individu yang memiliki prestasi, tanpa menjadikan status ekonomi (kaya atau miskin) sebagai syarat utama penerimaan. Program ini membuka jalur pembiayaan studi lanjutan untuk jenjang S1, S2, maupun S3 bagi para dosen dan mahasiswa yang berprestasi. Hal ini tentu berbeda dengan skema Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang ketentuannya memang difokuskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
Lebih dari sekadar menjadi peserta program beasiswa, Rektor UIN Suska Riau juga mengutarakan ambisi dan kesiapan institusinya untuk beralih peran menjadi penyelenggara (host) berbagai program di bawah naungan Puspenma.
Rektor memaparkan bahwa UIN Suska Riau saat ini telah memiliki banyak Program Studi (Prodi) yang terakreditasi unggul, baik di tingkat S1, S2, maupun S3, yang merupakan salah satu syarat utama untuk menjadi kampus penyelenggara beasiswa. Selain itu, pihak universitas juga tengah menjajaki program kerja sama seperti double degree dan program pelatihan bahasa atau sertifikasi TOEFL bagi mahasiswa. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi aset tambahan yang bermanfaat langsung bagi kegiatan operasional dan pembelajaran di kampus.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang BIB dan Mora, UIN Suska Riau secara khusus menghadirkan dua narasumber ahli langsung dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Ruchman Basori, M.Ag., yang menjabat sebagai Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) dan Narasumber kedua adalah Hendro Dwi Antoro, S.H., yang bertugas sebagai Auditor Puspenma sekaligus bagian dari tim Mora E-Fun.
Tidak hanya berfokus pada beasiswa pendidikan gelar, sosialisasi ini juga secara komprehensif membedah peluang pendanaan penelitian melalui skema MoRA Academic Research and Innovation Funding (MoRA ARIF) yang dikawal oleh Hendro Dwi Antoro. Rektor menjelaskan kepada para dosen yang hadir bahwa berbeda dengan skema Bantuan Operasional Penelitian (Litapdimas) yang berfokus pada biaya habis pakai, skema MoRA ARIF memperbolehkan pendanaan untuk belanja modal atau pembelian aset. Pembelian barang yang menjadi aset universitas nantinya akan dikelola untuk mendukung fasilitas penelitian yang lebih mutakhir di masa depan.