Post Views: 86

uin-suska.ac.id – Dunia akademik Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional melalui kontribusi mahasiswa dalam riset berbasis teknologi mutakhir. Nabilah Angielara, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya dalam ajang 7th Jogjakarta Communication Conference (JCC). Forum ilmiah bergengsi ini diselenggarakan di Hotel Eastin Penang, Malaysia, pada pertengahan April 2026.
Dalam konferensi yang dihadiri oleh ratusan akademisi dari berbagai negara tersebut, Nabilah memaparkan sebuah karya ilmiah berjudul “Public Opinion Toward Viral YouTube Content: Machine Learning–Based Sentiment Analysis of Comments on the MrBeast Channel”. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan machine learning (pembelajaran mesin) sebagai alat untuk memetakan opini publik secara otomatis dan akurat terhadap konten media sosial yang bersifat viral. Fenomena ini dianggap krusial mengingat media sosial kini telah bertransformasi menjadi ruang diskursus publik utama di era digital.
Secara metodologis, studi ini memanfaatkan kumpulan data besar yang bersumber dari kolom komentar kanal YouTube MrBeast. Proses analisis dilakukan melalui beberapa tahapan teknis, dimulai dari text preprocessing hingga penerapan metode Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF). Data yang telah diproses kemudian diklasifikasikan menggunakan algoritma machine learning ke dalam tiga kategori sentimen: positif, netral, dan negatif. Keunggulan utama dari pendekatan ini adalah efisiensi dan objektivitasnya dalam mengolah data berjumlah besar (big data) yang sulit dicapai melalui metode riset komunikasi konvensional.
Temuan riset menunjukkan hasil yang signifikan, di mana mayoritas audien memberikan respons positif terhadap konten yang disajikan, yakni mencapai angka 63,09%. Sebaliknya, sentimen negatif hanya ditemukan sebesar 1,41%, sementara sisanya dikategorikan sebagai netral. Selain memberikan gambaran mengenai persepsi publik, model komputasi yang dikembangkan Nabilah menunjukkan tingkat akurasi yang sangat impresif, yakni sekitar 96%. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan riset komunikasi berbasis data (data-driven communication research) memiliki reliabilitas yang tinggi dalam memahami dinamika interaksi manusia di ruang digital.
Partisipasi Nabilah dalam forum internasional yang menampilkan total 189 makalah ini tidak hanya mencerminkan kapasitas intelektual individu, tetapi juga merepresentasikan kemajuan kurikulum riset di UIN Suska Riau yang kian adaptif terhadap transformasi digital. Melalui keberhasilan ini, diharapkan muncul semangat inovasi bagi generasi muda akademisi Indonesia untuk terus mengeksplorasi irisan antara ilmu komunikasi dan teknologi informasi, guna menjawab tantangan komunikasi global yang semakin kompleks di masa depan.