Post Views: 56

uin-suska.ac.id – Acara wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Internasional Muhammadiyah Batam yang diselenggarakan pada hari Minggu, 31 Mei 2026, berjalan dengan penuh khidmat dan lancar. Bertempat di Auditorium Hotel Nagoya Hill yang megah di pusat Kota Batam, prosesi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai kalangan. Salah satu tamu kehormatan yang hadir memberikan sambutan adalah Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, yang hadir langsung dalam kapasitas resminya sebagai Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XII Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).
Turut hadir memeriahkan momentum kebahagiaan ini, perwakilan Gubernur Kepri yakni Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Dr. Andi Agung, perwakilan Wali Kota Batam yakni Kepala Dinas Pendidikan Kota Hendri Arulan, serta Ketua DPRD Kepri H. Imam Sutiawan, S.E. Dari unsur kementerian dan pimpinan pusat persyarikatan, hadir juga Kasubdit Pengembangan Akademik Diktis Kemenag RI Dr. Rafiq Zainul Mun’im, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Ahmad Muttaqin, Ketua PWM Kepri Dr. H. Huzaifa Dadang, Ketua BPH STIT Prof. Dr. Suparman, Ketua PWA Kepri Dra. Ervin Yuliwati, serta Rektor UM Jambi Dr. Budi Setiawan. Dalam suasana penuh keakraban tersebut, dan yang membanggakan bahwa pembawa acara pada perhelatan ini merupakan salah satu alumni berprestasi UIN Suska Riau, yang semakin memperlihatkan kuatnya ikatan silaturahmi antar-institusi pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam sesi penyampaian laporannya, Ketua STIT Internasional Muhammadiyah Batam, H. Arifuddin Jalil, S.AG, M.I.Kom, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan mendalam atas pencapaian para wisudawan yang telah menuntaskan perjuangan akademiknya. Ia kembali menegaskan komitmen kuat institusinya untuk konsisten mencetak pendidik yangbukan sekadar cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan peka secara sosial. Wisuda ini menjadi titik tolak bagi para sarjana muda untuk mengabdi di masyarakat. Lebih dari itu, ia memaparkan berbagai lompatan strategis pengembangan kampus yang saat ini terus digesa demi mewujudkan cita-cita institusi yang memiliki daya saing tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Suska Riau selaku Koordinator Kopertais XII Wilayah Riau-Kepri menyampaikan orasi ilmiah sekaligus apresiasinya kepada STIT Internasional Muhammadiyah Batam. Ia menjelaskan bahwa Kopertais XII saat ini memiliki tanggung jawab besar membina 44 PTKIS. “Zamannya bukan lagi kita menjadi superman atau superwoman, melainkan kita adalah super team. Kita harus berkolaborasi, bukan menganggap satu sama lain sebagai pesaing, tapi maju bersama,” tegasnya. Beliau menyokong penuh ekspansi akademik kampus, termasuk rencana pembukaan program studi baru keagamaan dan psikologi Islam, serta mendorong transformasi STIT Batam untuk segera naik status menjadi institut.
Secara khusus, beliau menitipkan pesan kepada para tenaga pendidik agar fungsi dosen tidak direduksi hanya sebagai penyampai materi kuliah, tetapi seutuhnya menjadi agen pembentuk karakter (agent of character building). Integrasi ilmu, nilai, nalar, dan iman harus tercermin di ruang kelas. Beliau menyoroti bahwa di era modern, kunci sukses lulusan sangat bergantung pada Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ) yang diwujudkan melalui kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan resiliensi, bukan hanya Kecerdasan Intelektual (IQ).
Sebelum mengakhiri arahannya, Koordinator Kopertais XII memberikan wejangan mengharukan kepada wisudawan. Beliau mengingatkan bahwa toga kebanggaan yang dipakai hari ini merupakan manifestasi dari untaian doa dan tetesan keringat orang tua. Ia menganalogikan bakti seorang anak dengan membuat catatan pembukuan atas segala biaya kuliah yang dikeluarkan orang tua. Meski tidak diminta kembali, rasa tanggung jawab moral harus terus ditumbuhkan. “Tidak akan ada keberhasilan tanpa doa dan ridha dari orang tua,” pesannya. Pengorbanan besar orang tua tidak akan pernah bisa ditebus dengan materi, melainkan dengan kesuksesan para lulusan yang membawa manfaat bagi umat dan dedikasi yang tulus bagi masa depan bangsa.
Pada akhirnya ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati STIT International Muhammadiyah Batam, gelar sarjana yang kini tersemat di belakang nama bukanlah sekadar simbol keberhasilan akademik, melainkan sebuah amanah besar untuk mengabdi. Para wisudawan dituntut untuk tidak lekas berpuas diri, melainkan terus bersiap, mengasah kompetensi, dan memperkokoh karakter demi menghadapi dinamika tantangan dunia yang semakin kompleks. Terjunlah ke tengah masyarakat dengan semangat inovasi dan integritas yang tinggi, karena bangsa dan negara ini senantiasa menanti kontribusi nyata dari pemikiran, karya, dan dedikasi Anda untuk bersama-sama membangun peradaban Indonesia yang lebih maju, beradab, dan sejahtera.