Post Views: 289
uin-suska.ac.id Sebuah inisiatif riset budaya bertajuk “Cerita dari Perantauan: Warisan Lisan Diaspora Indonesia di Eropa” tengah dirancang oleh dua akademisi UIN Suska Riau. Pertama, Dr. Aramudin, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jurusan S2 PGMI. Kedua, Raden Hariyani Susanti, S.S., M.Hum., dosen Sastra di Prodi PBindo UIN Suska Riau yang saat ini tengah menempuh studi PhD di University of Leeds, Inggris.
Semula, penelitian yang didanai oleh Kementerian Kebudayaan ini akan memusatkan pengambilan data di Jerman, Belanda, dan Ceko, dari 24 Mei-24 Juli 2026. Namun, Dr. Aramudin mengungkapkan bahwa antusiasme komunitas diaspora di luar ketiga negara tersebut sangat tinggi, sehingga membuka peluang ekspansi skala global di lima benua.
“Kegiatan ini bermula dari kegelisahan kami sebagai akademisi Pendidikan yang mendapati 89% penutur aktif cerita diaspora telah berusia di atas 65 tahun dan 0% muatan kurikulum SD menyentuh budaya mereka. Ini adalah perlombaan melawan waktu,” ujar Dr. Aramudin. “Target kami memang tiga negara episentrum, tetapi respons dari diaspora di benua Amerika, Australia, dan Asia sangat besar. Sangat mungkin partisipan akan bertambah hingga menjangkau lima benua, yang akan memperkaya arsip ruang virtual publik secara luar biasa.”
Proyek ini dirancang untuk menghasilkan triple impact: menyelamatkan warisan lisan yang terancam punah, menciptakan platform digital bertajuk “Ruang Publik 4.0”, dan mengintegrasikan cerita-cerita diaspora ke dalam modul pendidikan untuk anak SD.
“Kami tidak sekadar merekam. Dengan metode etnopedagogi, kami mengikat setiap cerita dari perantauan dengan tahap perkembangan kognitif anak sekolah dasar,” jelas Dr. Aramudin. Modul pembelajaran ini nantinya akan menyasar kompetensi pemahaman multikultural dan literasi digital.
Tahapan pelaksanaan proyek akan dimulai dengan koordinasi komunitas diaspora pada Februari 2026, dilanjutkan pengumpulan data lapangan di Eropa pada Mei hingga Juli. Setelah masa transkripsi dan pengembangan platform pada September, hasilnya akan didiseminasikan dalam sebuah webinar nasional yang menyasar sekitar 300 peserta dari kalangan pendidik pada akhir 2026.
Melalui ruang virtual publik ini, proyek ini menargetkan lebih dari 5.000 pengakses dalam enam bulan pertama, dan berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan nenek moyang di Baubau dengan cucu-cucunya di Jerman melalui bahasa universal: cerita.