Post Views: 38
uin-suska.ac.id Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam menyelaraskan program prioritas guna mencapai visi universitas tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai V Rektorat pada 30 April hingga 1 Mei 2026.
Raker tahun ini mengusung tema “Sinkronisasi Program Prioritas Pencapaian Visi Universitas Tahun 2027”, yang menegaskan komitmen seluruh jajaran pimpinan dan sivitas akademika dalam memperkuat arah kebijakan serta pengembangan institusi ke depan.
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan universitas, fakultas, serta seluruh unit kerja di lingkungan UIN Suska Riau. Melalui forum ini, setiap unit diharapkan mampu menyelaraskan program kerja dengan target strategis universitas, sehingga tercipta efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaannya.
Menariknya, Raker 2026 juga dirangkaikan dengan peluncuran Ijazah Elektronik serta Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi digital kampus dalam meningkatkan layanan akademik yang lebih modern, transparan, dan mudah diakses.
Peluncuran ijazah elektronik dan SKPI diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi lulusan dalam mengakses dokumen akademik secara digital, sekaligus meningkatkan daya saing alumni di dunia kerja.
Rektor UIN Suska Riau dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan ijazah elektronik menjadi solusi atas tingginya biaya pencetakan serta banyaknya keluhan alumni terkait kehilangan atau kerusakan ijazah fisik.
“Selama ini anggaran ijazah mencapai Rp2,3 miliar per tahun. Dengan ijazah elektronik, kita melakukan efisiensi besar sekaligus memberikan kemudahan bagi alumni yang sering datang meminta surat keterangan pengganti karena ijazah fisik hilang,” ujar Rektor.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI yang diwakili oleh Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Setjen Kemenag RI, H. Kastolan, S.Pd., M.Si., CGCAE, menekankan pentingnya sistem pengamanan ijazah digital untuk mencegah pemalsuan.
Ia menjelaskan bahwa berbeda dengan ijazah fisik yang menggunakan watermark, emboss, dan verifikasi sinar ultraviolet, ijazah digital UIN Suska akan dilengkapi dengan barcode yang terhubung langsung ke server universitas.
“Keamanan itu sangat penting. Dengan memindai barcode, keaslian ijazah dapat langsung diverifikasi melalui server, sehingga tidak ada lagi keraguan atau risiko pemalsuan yang dapat merugikan institusi,” ungkapnya.
Sambutan dan arahan juga disampaikan oleh Plt. Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, Purnama Irawansyah, S.Hut., M.M. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Ia juga mengapresiasi langkah strategis UIN Suska Riau dalam menyusun program prioritas yang terarah dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sekaligus, ia secara resmi membuka kegiatan Rapat Kerja (Raker) UIN Suska Riau Tahun 2026.
Dengan terselenggaranya rapat kerja ini, UIN Suska Riau optimistis mampu memperkuat tata kelola kelembagaan yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja. Selain itu, melalui sinkronisasi program dan inovasi yang dihasilkan, universitas diharapkan dapat semakin mantap dalam mewujudkan visinya sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global.