Post Views: 48
uin-suska.ac.id Tiga mahasiswa dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau berhasil tampil dalam forum ilmiah internasional 7th Jogjakarta Communication Conference yang diselenggarakan di Malaysia pada 15–17 April 2026, bertempat di Eastin Penang Hotel.
Ketiga mahasiswa tersebut, yaitu Muhammad Nafri Yandi, Mutiara Fatimah, dan Wilda Junintan, mempresentasikan hasil riset mengenai komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) di era digital dalam membangun kepercayaan publik. Penelitian ini menyoroti perubahan strategi komunikasi perusahaan yang kini semakin memanfaatkan platform digital seperti Instagram, YouTube, dan LinkedIn untuk menyampaikan program CSR secara berkelanjutan.
Dalam paparannya, Nafri menjelaskan bahwa kemajuan teknologi digital tidak hanya mempermudah distribusi informasi, tetapi juga meningkatkan sikap kritis masyarakat terhadap klaim sosial perusahaan. Oleh karena itu, transparansi, konsistensi pesan, serta interaksi dua arah menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan publik.
Hasil penelitian mereka mengidentifikasi tiga pola utama dalam komunikasi CSR, yakni storytelling berbasis dampak, keterlibatan digital dengan publik (digital engagement), serta pendekatan berbasis indikator dan data. Dari ketiganya, pendekatan keterlibatan digital dinilai paling efektif karena memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah yang lebih aktif antara perusahaan dan masyarakat.
Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara narasi CSR yang disampaikan perusahaan dengan implementasi di lapangan. Banyak perusahaan dinilai kuat dalam storytelling, tetapi belum didukung oleh data yang terverifikasi, sehingga menimbulkan keraguan di kalangan publik.
Kaprodi PMI UIN Suska Riau, Yefni, menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam forum internasional ini mencerminkan perkembangan tradisi akademik di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan tersebut bukan hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga memperkuat reputasi kampus di tingkat global.
Konferensi ini diikuti oleh ratusan akademisi dari berbagai negara dengan total 189 paper yang dipresentasikan, baik secara luring maupun daring, menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu komunikasi kontemporer di tingkat internasional.