Post Views: 151
uin-suska.ac.id Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar agenda strategis tahunan, yakni Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk rancangan tahun 2027, pada Rabu (15/4/2026). Bertempat di Ballroom Lantai 6, Gedung Utama Perkantoran Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, Bandar Raya Tenayan, acara yang dibuka resmi Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, SE., MM., ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah wajah kota ke depan.
Dalam menyusun rancangan tersebut, Pemko Pekanbaru turut menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk kalangan akademisi. Keterlibatan pihak perguruan tinggi dinilai krusial guna memberikan pandangan, kritik konstruktif, serta masukan berbasis riset agar arah kebijakan tahun 2027 berjalan inovatif, inklusif, dan tepat sasaran.
Lebih dari sekadar forum diskusi, komitmen Pemko Pekanbaru dalam menggandeng instansi pendidikan ini diwujudkan secara konkret melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan. Kesepakatan strategis tersebut dijalin bersama Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, yang pada kesempatan ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Rektor III, Dr. Haris Simaremare.M.T Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Pekanbaru pada masa mendatang.
Adapun Musrenbang RKPD 2027 ini digelar berbekal rapor biru yang dicatatkan Pemko Pekanbaru selama hampir satu setengah tahun terakhir. Berdasarkan data pemerintahan, pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru berhasil melesat ke angka 5,52 persen, diiringi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menyentuh angka 84,91. Berpijak pada tren positif tersebut, fokus pembangunan tahun 2027 akan diarahkan pada penyelesaian masalah infrastruktur, lingkungan hidup, peningkatan SDM berkat dorongan kerja sama pendidikan, serta penguatan sektor ekonomi agar lebih berdaya saing.
Terkait infrastruktur publik, perbaikan jalan dan penanganan banjir terus dieksekusi secara bertahap. Pada tahun 2025, Pemko telah mengaspal 42 kilometer jalan rusak. Angka ini ditargetkan meningkat menjadi 50 kilometer perbaikan jalan pada tahun 2026. Sementara untuk persoalan banjir menahun, pemerintah terus melakukan intervensi dengan hasil yang mulai terlihat, di mana durasi genangan air pasca-hujan kini jauh lebih cepat surut dibandingkan sebelumnya.
Inovasi juga menyentuh sektor lingkungan hidup melalui peluncuran Waste Station. Fasilitas pengelolaan sampah bernilai ekonomis ini terbukti memberikan keuntungan finansial bagi warga. Tercatat, seorang warga bahkan berhasil meraup penghasilan tambahan dalam sebulan dari penukaran sampah. Merespons tingginya antusiasme tersebut, Pemko kini menggandeng pihak swasta untuk membuka 10 titik Waste Station tambahan sekaligus menata ulang sistem Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di kawasan permukiman.