web analytics

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Gelar Sosialisasi dan Workshop Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) 2026 untuk Perluas Akses Pendidikan

uin-suska.ac.id Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau resmi memulai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Upaya ini ditandai dengan pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Workshop Program RPL yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 April 2026, di Ruang Rapat Senat Universitas, Lantai 5 Gedung Rektorat.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Rektor melalui Wakil Rektor I Bidang Akademik dalam merealisasikan penerimaan mahasiswa baru jalur RPL pada tahun 2026. Program RPL merupakan skema yang memungkinkan pengalaman kerja maupun pembelajaran informal diakui sebagai Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga masa studi dapat ditempuh dengan lebih efisien.

Sosialisasi dan workshop ini diikuti oleh 89 peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, para Wakil Rektor, Wakil Dekan I, Ketua Program Studi, serta dosen utusan prodi dan pejabat fungsional di lingkungan UIN Suska Riau. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan institusi mitra seperti Institut Keislaman Tuah Negeri dan Institut Agama Islam Lukman Edy.

Untuk memastikan kualitas program, UIN Suska Riau menghadirkan narasumber ahli, di antaranya Yulita Priyoningsih, M.Tr.A.P. (Perwakilan Direktorat Belmawa Kemendikbudristek), Dr. Abdul Jalil Salam, M.Ag. (Ketua LPM UIN Ar-Raniry Aceh), serta pakar internal universitas, Prof. Fitra Lestari Norhiza, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dalam arahannya, Rektor Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, M.S., S.E., M.Si., Ak., CA. menegaskan bahwa program RPL merupakan mandat pemerintah melalui Kemendikbudristek dan Kementerian Agama untuk mendorong pendidikan tinggi yang inklusif. Jalur ini membuka kesempatan bagi masyarakat, khususnya profesional dan praktisi, untuk melanjutkan pendidikan dengan pengakuan akademik atas kompetensi yang telah mereka miliki.

Mengingat tahun 2026 adalah tahun pertama implementasi RPL di UIN Suska Riau, pihak universitas secara aktif mempelajari pengalaman UIN Ar-Raniry Aceh yang telah lebih dahulu menjalankan program tersebut. “Kita perlu belajar dari pengalaman mereka, baik dari sisi teknis, sistem, maupun kendala di lapangan, agar pelaksanaan di UIN Suska Riau dapat berjalan optimal,” ujar Rektor.

Rektor juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian. Menurutnya, RPL tidak boleh dipandang sebagai jalur instan tanpa standar, melainkan harus tetap menjaga integritas akademik. “Peran LPM sangat krusial dalam memastikan mutu, mulai dari proses seleksi, perkuliahan, hingga asesmen akhir. Kualitas harus tetap terjamin,” tegasnya.

UIN Suska Riau menargetkan sosialisasi dan perekrutan mahasiswa baru jalur RPL dapat dimulai pada Mei 2026. Melalui workshop ini, seluruh civitas akademika diharapkan memiliki pemahaman komprehensif untuk menyukseskan program pendidikan inklusif dengan tetap menjaga standar mutu akademik yang tinggi.