Post Views: 585
uin-suska.ac.id Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis keberlanjutan melalui kegiatan ilmiah melalui International Lecture yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian dan Peternakan. Kegiatan ini mengangkat tema “Sustainable Cattle–Oil Palm Integration System for Future Agriculture” dan berlangsung pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Auditorium Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau. Acara akademik ini dihadiri oleh jajaran dekan, para wakil dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan, dosen, mahasiswa, serta menghadirkan dosen tamu dari Wageningen University, Belanda, yaitu Profesor Maja Slingerland dan Dr. Aaf.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Raihani, M.Ed.,Ph.D secara resmi membuka kegiatan tersebu. Dalam sambutannya, Prof. Raihani mengucapkan selamat datang kepada para delegasi di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, yang merupakan satu-satunya Universitas Islam Negeri di Kota Pekanbaru. Beliau memanfaatkan momen tersebut untuk memperkenalkan profil dan sejarah singkat kampus kepada para tamu internasional.
Prof. Raihani memaparkan bahwa institusi ini awalnya didirikan pada tahun 1970 sebagai Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan kemudian bertransformasi menjadi UIN pada tahun 2005. Saat ini, UIN Sultan Syarif Kasim telah berkembang pesat dengan menaungi delapan fakultas dan 57 program studi, mulai dari jenjang sarjana (S1) hingga pascasarjana. “Tujuan dan semangat utama dari transformasi dari IAIN menjadi UIN adalah untuk mengintegrasikan nilai-nilai serta ajaran Islam ke dalam ilmu pengetahuan umum,” jelas Prof. Raihani. Meskipun beliau dengan rendah hati mengakui bahwa proses integrasi ini masih terus disempurnakan, hal tersebut tetap menjadi visi utama universitas.
Dalam kesempatan ini, Prof. Maja menyampaikan secara mendalam apakah sistem yang telah diterapkan di lingkungan UIN Suska Riau dapat dikategorikan sebagai bagian dari praktik pertanian regeneratif. “Pertanian regeneratif sendiri didefinisikan melalui pendekatan berbasis praktik, antara lain penggunaan tanaman penutup tanah dan rotasi tanaman, pemanfaatan residu tanaman di lahan, integrasi ternak, penggunaan input organik, serta kombinasi berbagai jenis tanaman dan/atau pepohonan” terang Prof. Maja. Prinsip-prinsip ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tanah, efisiensi sumber daya, serta keberlanjutan ekosistem pertanian secara menyeluruh.
Diskusi juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis data dan bukti ilmiah. Para ilmuwan menegaskan bahwa pengembangan sistem di UIN SUSKA Riau tidak cukup hanya didukung oleh narasi keberlanjutan, tetapi juga memerlukan kajian empiris untuk menutup kesenjangan pengetahuan yang masih ada. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi kampus sekaligus inovasi dan adaptasi ke depan.
Melalui kegiatan ini, UIN SUSKA Riau berupaya menjadi pelopor dalam pengembangan sistem pertanian tropis yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan regeneratif. Hasil dari International Lecture dan diskusi dengan kedua narasumber tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan serta implementasi kebijakan yang mendukung transformasi sistem pertanian di tingkat lokal maupun nasional.