Post Views: 55
uin-suska.ac.id Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau terus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui penjajakan program pendidikan dan pengembangan sistem halal dengan sejumlah mitra di Kamboja. Pembahasan program kerja sama mencakup berbagai program strategis yang berpotensi memperkuat peran UIN Suska Riau dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekosistem halal di kawasan Asia Tenggara, Senin (09/03/2026).
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana program pengiriman atau pertukaran peserta pendidikan dari Kamboja ke Indonesia. Sebagai tahap persiapan awal, peserta akan mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia selama sekitar satu hingga dua bulan. Program ini bertujuan agar peserta memiliki kemampuan komunikasi dasar selama berada di Indonesia. Sementara itu, kemampuan komunikasi yang lebih kompleks akan dipelajari secara langsung selama proses pendidikan dengan dukungan penggunaan bahasa Inggris dan Arab.
Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti MS, M.Si.,Ak menyampaikan bahwa, selain program pendidikan, pembahasan juga menyentuh peluang integrasi kurikulum halal dalam sistem pendidikan mitra di Kamboja. Namun demikian, pendekatan implementasinya perlu dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi umat Muslim di negara tersebut sebagai kelompok minoritas. Oleh karena itu, pengenalan konsep halal direncanakan melalui jalur yang lebih adaptif dan kontekstual, misalnya melalui bidang kesehatan atau program pengembangan lainnya yang lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.
“Dalam aspek kelembagaan, direncanakan penandatanganan beberapa nota kesepahaman (MoU) antara UIN Suska Riau dengan sejumlah mitra di Kamboja, di antaranya Nuriman, CIC, dan Cambodian Muslim Co-opet (koperasi Muslim Kamboja). Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan jaringan akademik lintas negara” terang Rektor.
Dari berbagai pengalaman dan pengamatan tersebut, terlihat bahwa kebutuhan terhadap produk dan sistem halal di Kamboja masih sangat terbatas, khususnya terkait ketersediaan makanan halal. Kondisi ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi juga dalam pengembangan ekosistem halal, termasuk sistem sertifikasi halal serta edukasi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, direncanakan kolaborasi dengan lembaga yang memiliki otoritas sertifikasi halal serta penguatan kerja sama dengan institusi pendidikan di Indonesia, termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam rangka mendukung pengembangan sistem halal yang lebih komprehensif.
Dalam rencana pengembangan program tersebut, juga dibahas pembentukan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang akan fokus pada pelatihan kompetensi, seperti auditor halal dan bidang terkait lainnya. Pembentukan LPK dinilai sebagai langkah strategis yang dapat dilakukan lebih cepat sambil menunggu terbentuknya lembaga sertifikasi lain. LPK ini nantinya diharapkan dapat bekerja sama dengan lembaga sertifikasi serta mendukung proses pelatihan menuju sertifikasi resmi seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sebagai bagian dari upaya penguatan literasi halal di masyarakat, UIN Suska Riau juga merencanakan program sosialisasi halal dengan melibatkan dosen dari lima fakultas sebagai tim relawan. Tim tersebut akan dibentuk melalui Surat Keputusan resmi dan bertugas melakukan edukasi halal kepada masyarakat secara terstruktur.
Program sosialisasi awal direncanakan dimulai dari wilayah tertentu yang akan dikembangkan sebagai desa binaan halal. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk halal sekaligus membuka peluang pengembangan fasilitas pelatihan, pendampingan usaha, serta promosi produk halal di masa mendatang.
“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen UIN Suska Riau untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan internasional sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat regional, tutup Prof. Leny.