web analytics

Kesejahteraan Guru Madrasah Jadi Prioritas, Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Apresiasi Kementerian Agama RI

uin-susk.ac.id – Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Prof. Dr. Leny Nofianti, MS, SE, M.Si, Ak, CA, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah konstruktif dan komitmen kuat Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah serta membenahi tata kelola pendidikan keagamaan. Pernyataan ini disampaikan menyusul penegasan Sekretaris Jenderal Kemenag, Prof. Kamaruddin Amin, terkait upaya strategis kementerian dalam merespons dinamika kebutuhan guru dan tata kelola birokrasi yang lebih akuntabel.

Prof. Leny Nofianti menilai bahwa kebijakan-kebijakan yang digulirkan Kemenag saat ini merupakan angin segar bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. Menurutnya, perhatian pemerintah yang begitu besar terhadap nasib para pendidik adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya komitmen Kemenag yang ditegaskan oleh Bapak Sekjen Kamaruddin Amin. Langkah konkret seperti peningkatan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memuliakan profesi guru. Ini bukan sekadar angka, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan anak bangsa,” ujar Prof. Leny Nofianti di Pekanbaru, Senin (2/2/2026).

Dalam keterangannya, Rektor UIN Suska Riau menyoroti data yang disampaikan Kemenag bahwa akselerasi sertifikasi guru agama dan madrasah mengalami kenaikan tajam pada tahun 2025. Beliau memandang optimis rencana pemerintah yang akan memprioritaskan guru-guru yang eligible (memenuhi syarat) untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara bertahap mulai tahun 2026.

Berdasarkan data Kemenag, saat ini masih terdapat sekitar 423.398 guru madrasah yang belum mengikuti sertifikasi. Prof. Leny menegaskan bahwa UIN Suska Riau, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi keagamaan, siap bersinergi dengan Kemenag untuk menyukseskan program PPG tersebut demi mencetak guru-guru profesional.

“Peningkatan kompetensi melalui sertifikasi adalah kunci. Dengan adanya jaminan kesejahteraan yang lebih baik, para guru dapat lebih fokus pada tugas utamanya mendidik dan membentuk karakter siswa, tanpa harus terbebani oleh masalah ekonomi yang mendesak,” tambahnya.

Selain aspek kesejahteraan, Prof. Leny Nofianti juga memberikan pandangan positif terhadap ketegasan Kemenag dalam membenahi tata kelola rekrutmen guru, khususnya guru non-ASN. Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1006 Tahun 2021, mekanisme pengangkatan guru di madrasah swasta kini harus melalui analisis kebutuhan yang terdata dalam sistem SIMPATIKA dan mendapat rekomendasi dari Kemenag Kabupaten/Kota.

Rektor UIN Suska Riau menilai regulasi ini sangat krusial untuk memastikan tertib administrasi dan validitas data. “Koordinasi yang ditekankan oleh Sekjen Kemenag dalam proses rekrutmen—baik yang dilakukan oleh yayasan, Pemda, maupun sekolah—sangat penting. Ini akan memudahkan proses pendataan, sehingga afirmasi kebijakan kesejahteraan bisa tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” jelas Guru Besar bidang Akuntansi tersebut.

Beliau juga mengapresiasi sikap terbuka Sekjen Kemenag yang meluruskan persepsi publik terkait isu dikotomi guru. Prof. Leny memandang klarifikasi tersebut sebagai wujud kepemimpinan yang inklusif, di mana Kemenag memastikan tidak ada perbedaan perlakuan antara guru yang diangkat oleh berbagai instansi, selama tujuannya adalah memajukan pendidikan agama.

Menutup pernyataannya, Prof. Dr. Leny Nofianti berharap agar sinergi antara perguruan tinggi keagamaan dan Kementerian Agama terus terjalin erat. Beliau meyakini bahwa perbaikan tata kelola yang dilakukan secara sistematis, transparan, dan terukur akan membawa dampak jangka panjang yang positif bagi ekosistem pendidikan Islam di Indonesia.

“Langkah pembenahan ini adalah investasi jangka panjang. Ketika tata kelola beres dan guru sejahtera, maka kualitas pendidikan di madrasah akan meningkat secara otomatis. Kami di UIN Suska Riau mendukung penuh ikhtiar mulia ini demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih bermartabat,” tutupnya.

Dukungan dari Rektor UIN Suska Riau ini menambah deretan respons positif dari kalangan akademisi terhadap kebijakan strategis Kemenag, yang terus berupaya mencari solusi terbaik dalam mengelola jutaan guru agama dan madrasah yang tersebar di seluruh pelosok negeri.