Post Views: 140
uin-suska.ac.id Dari MIN 4 Aceh Tamiang, Selasa sore 20 Januari 2026 Tim Satgas Bencana UIN Suska Riau tancap gas ke lokasi berikutnya. Di tengah keterbatasan akses dan kondisi medan yang ekstrem, Tim UIN Sultan Syarif Kasim Riau berhasil menembus Desa Babo di Kecamatan Bandar Pusaka, salah satu wilayah terdampak bencana terparah di Kabupaten Aceh Tamiang. Desa yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Kuala Simpang ini harus ditempuh hampir dua jam perjalanan, menyusul putusnya jembatan yang menjadi akses tercepat menuju lokasi.
Desa Babo dilaporkan mengalami kondisi luluh lantak akibat terjangan banjir besar yang membawa lumpur dan kayu gelondongan. Hampir seluruh rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan tingkat kerusakan dilaporkan mencapai hampir 100 persen. Sebanyak 518 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan rumah mereka tidak lagi dapat dihuni.
Selain merusak permukiman warga, bencana ini juga melumpuhkan fasilitas dasar. Listrik sempat padam total, membuat desa berada dalam kondisi gelap gulita, sementara akses jalan tercepat terputus menyebabkan Desa Babo terisolasi dan sangat sulit dijangkau oleh bantuan reguler. Penyaluran bantuan ke wilayah ini menjadi tantangan tersendiri. Tim Satgas Bencana UIN Suska Riau harus memutari jalan yang jauh, rusak, licin dan berlumpur, serta beberapa kali kendaraan yang digunakan harus kandas terperosok.
Ketua Senat UIN Suska Riau, Prof. Zaitun, yang turut serta dalam rombongan, menyampaikan ungkapan duka mendalam atas kondisi yang disaksikan langsung di lapangan.
“Kami sangat sedih melihat kondisi Desa Babo. Banjir benar-benar merusak hampir seluruh rumah penduduk, tidak tersisa. Semoga sedikit bantuan yang kami bawa dapat meringankan kebutuhan dan beban warga yang terdampak,” ujar Prof. Zaitun.
Dalam aksi kemanusiaan kali ini, Dr. Deni Fitra, S.Pt., M.P Koordinator Lapangan Tim Satgas Bencana UIN Suska Riau menyatakan bahwa mereka membawa bantuan, yang terhimpun dari donasi BSI KCP Pekanbaru UIN Suska Riau, Toko Buku Zanafa, Pusat Busana Muslim Pekanbaru Salsanafa, serta para donatur lainnya. Paket kebutuhan dasar yang dibagikan terdiri dari beras, minyak goreng, mukena, dan kebutuhan bayi. Selain itu, bantuan juga disalurkan dalam bentuk pakaian layak pakai dari sumbangan banyak pihak termasuk dari masyarakat Kota Garo, Kampar.
Suasana haru dan kebersamaan terlihat saat proses penyaluran pakaian, di mana para ibu-ibu dengan penuh semangat memilih pakaian yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Momen ini menjadi simbol harapan dan pemulihan di tengah keterpurukan akibat bencana.
Kehadiran Tim Satgas UIN Suska Riau di Desa Babo menegaskan komitmen perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai garda kemanusiaan yang hadir hingga ke wilayah paling sulit dan terisolir. Aksi ini diharapkan dapat menjadi penguat semangat warga untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan pascabencana.