Post Views: 759
uin-suska.ac.id Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi meluncurkan tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2026. Acara peluncuran berlangsung di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta, dan dihadiri oleh pejabat tinggi Kementerian Agama dan para pemangku kepentingan Pendidikan tinggi keagamaan, serta diikuti juga secara online melalui tautan Zoom, Senin (22/12/2025).
Mengusung tema besar “Pendidikan Islam Ramah Difabel”, inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan merata. Melalui Langkah ini, Kemenag menegaskan bahwa Pendidikan harus menjadi hak seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali bagi penyandang disabilitas.
Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menyatakan bahwa seluruh PTKIN di Indonesia harus menjadi institusi yang inklusif dan ramah terhadap penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa keadilan dalam akses pendidikan merupakan bagian penting dari implementasi nilai-nilai agama.
“PTKIN bukan hanya milik mereka yang berprestasi secara akademik, tetapi milik seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Tahun 2026 ini, kita mempertegas bahwa tidak ada calon mahasiswa yang mimpinya terhambat karena keterbatasan fisik. Semangat inklusivitas ini adalah manifestasi dari nilai-nilai Islam yang memanusiakan manusia,” ujar Menag saat memberikan sambutan.
Inovasi Sistem Seleksi untuk Mendukung Pendidikan Inklusif
Sejalan dengan visi tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag, mengungkapkan bahwa sistem seleksi tahun ini mengalami transformasi untuk mendukung kebutuhan calon mahasiswa berkebutuhan khusus sejak tahap awal pendaftaran.
“Transformasi ini meliputi pengenalan Sistem Pemetaan Disabilitas dan Sistem Rekomendasi Peminatan dalam sistem seleksi SPAN dan UM-PTKIN. Tujuannya agar kampus dapat menyiapkan skema pendampingan secara tepat dan optimal, sehingga mahasiswa difabel dapat mengikuti proses belajar mengajar secara maksimal,” jelas Prof. Amien.
Jalur dan Jadwal Seleksi
PMB PTKIN 2026 terbagi dalam dua jalur utama:
Jalur tanpa ujian tulis yang berbasis prestasi akademik dan non-akademik:
Jalur seleksi melalui ujian berbasis teknologi Sistem Seleksi Elektronik (SSE):
Fokus Kompetensi dan Moderasi
Materi ujian pada jalur UM-PTKIN 2026 tetap menekankan kualitas intelektual dan karakter, dengan fokus pada empat pilar utama: Penalaran Akademik, Penalaran Matematika, Literasi Membaca, dan Literasi Ajaran Islam. Khusus untuk Literasi Ajaran Islam, instrumen seleksi dirancang secara komprehensif untuk mengukur keunggulan akademik sekaligus literasi ajaran Islam yang moderat dan karakter inklusif calon mahasiswa.
Selain itu, seleksi ini menargetkan pribadi yang mampu merangkul keberagaman sebagai kekuatan dan memiliki visi transformatif dalam menghadirkan solusi nyata serta peduli terhadap isu-isu ekoteologi.
Apresiasi dari Rektor UIN Suska Riau
Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, MS, SE, M.Si, Ak, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap peluncuran PMB PTKIN 2026 yang mengusung tema “Pendidikan Islam Ramah Difabel”. Ia mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan Pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
“Ini adalah langkah strategis dan visioner dari Kemenag dalam memajukan pendidikan Islam yang ramah difabel. UIN Suska Riau sangat mendukung dan siap berperan aktif dalam menyukseskan program ini, agar calon mahasiswa difabel dapat menempuh Pendidikan tinggi tanpa hambatan apapun,” ujarnya.
Harapan Kemenag
Dengan penguatan sistem yang mengedepankan inklusivitas dan keberpihakan terhadap kaum difabel, Kemenag berharap PMB PTKIN 2026 dapat melahirkan generasi Muslim yang unggul secara intelektual, berkarakter, dan memiliki empati sosial yang tinggi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan Pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Indonesia.