Post Views: 321
uin-suska.ac.id Konferensi Internasional Cross-Cultural Religious Literacy (ICCCR) 2025 resmi dibuka di Hotel Shangri-La Jakarta, pada 11 November 2025, dengan menghadirkan para ahli dan pemimpin dari berbagai negara untuk membahas pentingnya pendidikan dan kepercayaan sosial dalam membangun masyarakat multikultural dan multifaith yang harmonis.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menekankan bahwa penguatan literasi keagamaan lintas budaya sangat penting dalam menciptakan kedamaian dan toleransi di Indonesia maupun kawasan ASEAN. Konferensi ini menyoroti peran pendidikan dalam membangun kepercayaan sosial yang kokoh di tengah keberagaman budaya dan agama.
Konferensi ini menampilkan berbagai sesi diskusi dan panel, termasuk pembahasan tentang bagaimana pendidikan dapat membantu mengatasi konflik dan stereotipe, serta memperkuat rasa saling percaya antar komunitas. Salah satu sesi utama membahas studi kasus Indonesia dalam mengembangkan kompetensi keagamaan yang mendukung kerjasama dan keberagaman.
Selain itu, konferensi ini juga membahas tantangan dan peluang dalam menerapkan literasi keagamaan lintas budaya di era digital, dengan menyoroti pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam membangun kepercayaan sosial di masyarakat ASEAN. Para peserta dari berbagai negara akan berbagi pengalaman dan strategi terbaik untuk memperkuat solidaritas dan perdamaian melalui pendidikan dan dialog lintas budaya.
Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, MS, SE., M.Si., Ak, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kolaborasi ini, yang dianggapnya sebagai Langkah strategis dalam memperkuat dialog lintas kepercayaan dan memperkokoh kerukunan umat beragama.
“Sebagai institusi pendidikan keagamaan yang berkomitmen pada pengembangan literasi keagamaan lintas budaya, UIN Sultan Syarif Kasim Riau menyambut baik dan mendukung penuh terselenggaranya Konferensi ICCCRL 2025. Kami percaya bahwa pendidikan dan dialog lintas kepercayaan merupakan kunci dalam membangun masyarakat yang harmonis, toleran, dan berkeadaban. Melalui konferensi ini, kami berharap dapat memperkuat jejaring kerja sama regional dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang mampu menjawab tantangan keberagaman di era globalisasi. UIN Suska Riau berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan multikultural dan memperkuat kepercayaan sosial di masyarakat Indonesia dan ASEAN.”
Konferensi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan kerja sama antar negara dan lembaga dalam mengembangkan program-program pendidikan yang mampu membangun kepercayaan dan toleransi di masyarakat multikultural. Acara ditutup tanggal 13 November 2025 dengan penandatanganan deklarasi bersama untuk memperkuat komitmen regional dalam pengembangan literasi keagamaan lintas budaya. (NRT)