Post Views: 851
uin-suska.ac.id Bertempat di Gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa), Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, kembali menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Universitas dalam rangka Wisuda Program Doktor ke-65, Program Magister ke-97, serta Program Sarjana dan Diploma ke-117. Prosesi wisuda ini berlangsung pada Rabu, 23 Juli 2025, sebagai bagian dari Periode IV Tahun Akademik 2025/2026.
Sidang Senat UIN Sultan Syarif Kasim Riau resmi dibuka oleh Ketua Senat, Prof. Dr. H. Syamruddin, MA. Acara ini dihadiri oleh pimpinan universitas, para dekan fakultas, direktur pascasarjana, guru besar, serta anggota senat.
Sekitar 600 wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas dan program studi yang telah merampungkan studinya mengikuti wisuda kali ini.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti MS, SE, M.Si, Ak menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas pencapaian mereka. Beliau juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan awal dari babak baru yang lebih menantang.
“Pencapaian ini bukanlah perjuangan yang mudah, apalagi tanpa dukungan orang tua. Ini adalah hasil dari perjalanan panjang yang penuh tantangan hingga akhirnya bisa sampai di hari yang membahagiakan ini. Namun, wisuda adalah awal dari perjuangan yang sebenarnya,” tuturnya.
Rektor UIN Suska Riau menekankan pentingnya menjaga etika, akhlak, dan nilai-nilai keislaman dalam menghadapi kehidupan nyata. Beliau menambahkan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual.
“Seseorang yang berhasil adalah mereka yang mampu menyeimbangkan ketiga kecerdasan tersebut,” pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh Dr. Harris Simaremare, ST., MT., selaku Wakil Rektor III. Dalam orasinya yang bertajuk “Menjadi Arsitek Masa Depan: Navigasi Disrupsi dan Peran Intelektual Muslim di Era Kecerdasan Buatan (AI),” beliau menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi bagi para lulusan di tengah dinamika teknologi yang terus berkembang.
“Untuk memahami masa depan, bagaimana ia berjalan dan ke mana akan melangkah, kita harus bercermin pada sejarah. Sejarah peradaban manusia adalah narasi tentang lompatan-lompatan besar yang disebut revolusi. Manusia telah berada pada suatu titik di mana mereka sendiri kesulitan keluar dari titik yang telah mereka ciptakan,” ujarnya.