Post Views: 235
uin-suska.ac.id Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau melalui Pusat Analisis Data dan Informasi Akreditasi yang dikordinir oleh Rika Susanti, M.Eng selaku kepala pusat sekaligus ketua panitia menggelar Workshop Penilaian Kondisi Existing Program Studi dalam Pengajuan Akreditasi Internasional IABEE pada Selasa–Rabu, 19–20 Mei 2026, bertempat di Aula Lantai III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan mutu akademik serta penguatan daya saing program studi menuju standar internasional.
Pada awal kegiatan workshop, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Yuslenita Muda, Ph.D memaparkan profil Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau sebagai pengantar bagi narasumber untuk mengetahui kondisi dan capaian program studi di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi saat ini. Pemaparan tersebut juga memberikan gambaran terkait kesiapan program studi dalam menghadapi proses akreditasi internasional.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang akreditasi internasional, Ir. Firdaus, ST, MT., Ph.D, IPM dari Universitas Islam Indonesia (UII) yang saat ini menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Elektro UII. Selain itu, beliau juga aktif di Forum Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) sebagai Wakil Direktur Direktorat Kurikulum, Pendidikan dan Penjaminan Mutu. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, dan dosen di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi, serta perwakilan setiap unit/lembaga/UPT dan tim penjaminan mutu di lingkungan UIN Suska Riau.
Sebagai langkah lanjutan menuju internasionalisasi perguruan tinggi, UIN Suska Riau mulai mempersiapkan sejumlah program studi untuk mengikuti akreditasi internasional. Pada tahap awal, fokus diarahkan kepada empat program studi di Fakultas Sains dan Teknologi, yaitu Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Industri, dan Sistem Informasi yang mulai melakukan penyusunan dokumen akreditasi mengikuti kriteria IABEE.
Ke depan, belasan program studi lainnya juga direncanakan akan menyusul secara bertahap melalui lembaga akreditasi internasional lain seperti ASIIN dan ACQUIN. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas pengakuan internasional, mengingat hingga saat ini UIN Suska Riau belum memiliki program studi yang terakreditasi internasional.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai penilaian kondisi existing program studi sebagai langkah awal dalam proses pengajuan akreditasi internasional IABEE. Selain itu, workshop juga membahas strategi pemenuhan standar mutu internasional, penyusunan dokumen pendukung, hingga evaluasi kesiapan program studi.
Ketua LPM Dr. H. Zarkasih, M.Ag dalam sambutannya berharap kehadiran para narasumber dapat memberikan pencerahan, rekomendasi, serta gambaran yang jelas terkait dokumen dan berbagai kebutuhan yang harus dipersiapkan sebelum proses submit ke IABEE dilakukan. Ia juga menyampaikan bahwa proses menuju akreditasi internasional membutuhkan dukungan lintas unit, termasuk Bagian Umum dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendukung.
Selain fokus pada akreditasi internasional, LPM UIN Suska Riau saat ini juga tengah menyelesaikan sejumlah program strategis lainnya, seperti migrasi sistem SISTER, pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta pelaksanaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Suska Riau Prof. Dr.H.Raihani, M.Ed. Ph.D dalam arahannya menegaskan bahwa proses menuju akreditasi internasional membutuhkan kerja keras, komitmen tinggi, serta koordinasi yang kuat antara program studi, fakultas, dan LPM. Ia meminta seluruh dekan, ketua program studi, serta tim penyusun borang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya guna memahami indikator, kriteria, dan dokumen yang diperlukan agar proses submit dapat berjalan lancar.
Prof. Raihani juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi dengan program kerja strategis LPM lainnya yang berjalan pada tahun ini, seperti penuntasan migrasi sistem SISTER dan persiapan pendirian LSP.