Post Views: 106
uin-suska.ac.id Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Assyari Abdullah, berhasil meraih penghargaan 3rd Best Presenter dalam forum ilmiah internasional 7th Jogjakarta Communication Conference yang berlangsung pada 15–17 April 2026 di Eastin Penang Hotel, Penang, Malaysia.
Dalam konferensi tersebut, Assyari Abdullah bersama tim mempresentasikan paper berjudul “When Newsroom Tears Go Viral: A Sentiment Analysis of Public Response to Media Layoffs in Indonesia”, yang mengangkat fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri media Indonesia serta respons emosional publik di ruang digital.
Penelitian ini menyoroti bagaimana transformasi digital telah mengubah lanskap industri media secara signifikan. Peralihan preferensi audiens dari media konvensional ke platform digital berdampak langsung pada penurunan pendapatan iklan, sehingga mendorong perusahaan media melakukan efisiensi, termasuk PHK massal.
“Industri media global saat ini mengalami disrupsi besar akibat digitalisasi dan perubahan perilaku konsumsi informasi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada model bisnis, tetapi juga pada stabilitas tenaga kerja di sektor media,” ujar Assyari dalam presentasinya.
Berdasarkan data yang dikutip dalam penelitian tersebut, Dewan Pers Indonesia mencatat sedikitnya 1.200 pekerja media mengalami PHK dalam kurun 2023–2024, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring tekanan industri yang terus berlangsung .
Penelitian ini menggunakan pendekatan Big Data Analytics dengan menganalisis 2.238 komentar publik pada video YouTube terkait perpisahan presenter KompasTV, Gita Maharkesri, yang viral. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas komentar bersifat netral (73,1%), diikuti komentar positif (14,1%) dan negatif (12,8%). Temuan ini menunjukkan bahwa respons publik tidak hanya emosional, tetapi juga mencerminkan kesadaran sosial terhadap kondisi ketenagakerjaan di industri media.
Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya hubungan parasosial antara audiens dan figur media, yang memperkuat munculnya empati publik terhadap pekerja media yang terdampak PHK.
Dalam welcome speech, General Chair 7th Jogjakarta Communication Conference, Filosa Gita Sukmono, menyampaikan bahwa konferensi ini diikuti oleh ratusan akademisi dan peneliti dari berbagai negara.
Tercatat sebanyak 189 paper dipresentasikan, terdiri dari 41 paper secara offline dan 148 paper secara online, yang menunjukkan tingginya antusiasme komunitas akademik global terhadap isu-isu komunikasi kontemporer.
Prestasi ini menjadi bukti kontribusi akademisi Indonesia, khususnya dari UIN Suska Riau, dalam mengangkat isu-isu strategis di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi riset komunikasi Indonesia dalam diskursus internasional.