Post Views: 644
uin-suska.ac.id Balai Bahasa Provinsi Riau di bawah naungan Kemendikdasmen melakukan kunjungan audiensi strategis ke Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Jumat, 13 Maret 2026. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka membahas persiapan teknis pelaksanaan Pemilihan Duta Bahasa (Pildubas) Riau 2026 sekaligus melakukan penjajakan sinergi program kerja kebahasaan di lingkungan akademisi.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr. Umi Kulsum, S.S., M.Hum. Dalam pemaparannya di hadapan jajaran pimpinan universitas, beliau menekankan betapa krusialnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing. Menurutnya, penguatan literasi dan bahasa merupakan fondasi utama dalam memperkuat jati diri serta daya saing bangsa di kancah internasional.
Kehadiran tim Balai Bahasa ini disambut hangat oleh Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianty MS, SE, M.Si, Ak, CA. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan langkah nyata dalam menyelaraskan visi dunia akademis dengan upaya pelestarian identitas bangsa melalui bahasa. Beliau memandang bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan penjaga peradaban yang harus terus dirawat.
Lebih lanjut, Prof. Leny menyampaikan bahwa di tengah arus globalisasi, tantangan terbesar bagi mahasiswa adalah tetap relevan secara global tanpa kehilangan jati diri lokal. Oleh karena itu, pihak universitas menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemilihan Duta Bahasa Riau 2026 sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa.
Dalam audiensi tersebut, Dr. Umi Kulsum hadir didampingi oleh delegasi lengkap yang terdiri dari unsur pimpinan, staf ahli, hingga perwakilan alumni Duta Bahasa. Mereka adalah Yulita Fitriana, M.A., selaku narahubung kegiatan, Marlina, S.Pd., serta dua perwakilan dari Ikatan Duta Bahasa Riau, yakni Ade Puspita Ningsih dan Dini Nofira.
Kehadiran para Duta Bahasa ini menjadi bukti nyata keterlibatan aktif pemuda dalam mengawal literasi di Bumi Lancang Kuning. Pihak universitas menyambut baik kolaborasi ini dan berharap sinergi ini menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan berkontribusi aktif dalam agenda-agenda kebahasaan nasional di masa mendatang.