Post Views: 128
uin-suska.ac.id Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI menggelar rapat koordinasi virtual bersama tim Humas dari Kantor Wilayah Kemenag, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan Madrasah se-Indonesia. Rapat ini dipimpin oleh Kasubtim Data, Sistem Informasi, dan Humas Ditjen Pendis, H.Alip Nuryanto,M.Hum dengan tujuan mematangkan strategi komunikasi publik menyambut bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M. Dalam pertemuan tersebut, Ditjen Pendis memperkenalkan inisiasi program baru bertajuk “Pendis On Vlog” (POV) Ramadan, yang dirancang untuk memeriahkan syiar Islam melalui konten kreatif di media sosial.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, program Ramadan kali ini menekankan kolaborasi masif yang melibatkan partisipasi aktif dari 36 provinsi di seluruh Indonesia. Alip Nuryanto menegaskan bahwa program ini tidak hanya bersifat top-down dari pusat, melainkan memberikan panggung seluas-luasnya bagi daerah untuk menampilkan wajah pendidikan Islam yang beragam. Tujuannya adalah untuk mempublikasikan dan mengglorifikasi prestasi serta budaya unik yang dimiliki oleh setiap satuan pendidikan, mulai dari madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi, sehingga kekayaan budaya Ramadan di Nusantara dapat terekspos secara nasional.
Dalam sesi pemaparan teknis, Yuyun Wulandari dari Tim Humas Ditjen Pendis menjelaskan konsep unik dari “Pendis On Vlog”. Konten video wajib dibuat dalam format vertikal (portrait) untuk kebutuhan Instagram Reels dan TikTok dengan durasi maksimal 1 menit 30 detik. Syarat utama yang menjadi daya tarik program ini adalah penggunaan bahasa daerah masing-masing sebagai pengantar vlog, yang dilengkapi dengan subtitle. Hal ini dilakukan untuk menonjolkan kearifan lokal (local wisdom) dan menunjukkan betapa kayanya budaya yang ada di lingkungan pendidikan Islam Indonesia.
Materi konten yang akan diproduksi mencakup ragam aktivitas khas Ramadan, mulai dari suasana sahur, tradisi berbuka puasa, kuliner khas daerah, kegiatan ngabuburit, hingga aktivitas keagamaan santri dan siswa. Talent atau pengisi acara dalam vlog tersebut akan melibatkan ekosistem pendidikan Islam secara langsung, seperti siswa madrasah, mahasiswa, santri, guru, hingga kader Rohis. Video-video terpilih dari setiap provinsi dijadwalkan akan tayang setiap hari secara bergilir di akun media sosial resmi Kemenag dan Pendis, mulai dari H-3 Ramadan hingga H+3 Syawal.
Rapat koordinasi ini mendapat sambutan antusias dari para peserta yang hadir dari berbagai daerah, seperti Maluku, Bengkulu, Manado, dan Batam. Diskusi berkembang dinamis membahas mekanisme teknis, mulai dari pemilihan talent hingga proses pengunggahan video yang akan dilakukan melalui sistem kolaborasi (collab post) di media sosial. Melalui program “Pendis On Vlog” ini, Kementerian Agama berharap dapat meningkatkan serta mempererat ukhuwah antar lembaga pendidikan Islam di seluruh Indonesia melalui bingkai digital yang kreatif dan inspiratif.