Post Views: 194
uin-suska.ac.id Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau kembali menggelar agenda rutin Kajian Ilmiah Bulanan pada Senin (12/01/2026). Bertempat di Masjid Al-Jamiah UIN Suksa Riau, acara kali ini mengangkat tema spiritual yang mendalam, yakni “Filosofi Israk Mikraj“, sebagai upaya memperkokoh wawasan keislaman sekaligus mempererat tali ukhuwah islamiyah antar-civitas akademika.
Kajian bulan ini terasa istimewa dengan kehadiran penceramah, Dr. H. Mushthafa Umar, Lc., MA. Beliau merupakan pakar tafsir sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tafaqquh Boarding School yang dikenal piawai dalam membedah makna filosofis di balik peristiwa besar perjalanan Nabi Muhammad SAW.
Dalam paparannya, Dr. Mushthafa Umar mengajak kepada seluruh hadirin untuk tidak sekadar melihat Israk Mikraj sebagai peristiwa sejarah, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk melakukan transformasi spiritual dan intelektual dalam kehidupan sehari-hari.
“Israk Mikraj bukanlah sekadar perjalanan horizontal dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, atau perjalanan vertikal menuju Sidratul Muntaha, melainkan simbol dari transformasi spiritual seorang hamba. Dr. Mushthafa Umar menekankan bahwa filosofi di balik peristiwa ini adalah panggilan bagi kita semua untuk melakukan ‘mikraj’ secara maknawi—yakni mengangkat derajat akal dan hati kita dari belenggu keduniawian menuju ketinggian integritas.
Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, MS., S.E., M.Si., Ak., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah komitmen universitas dalam membina karakter religius, khususnya bagi para pegawai dan tenaga pendidik.
“Ini adalah wadah untuk mengecas iman kita yang kadangkala naik dan turun. Dengan kajian rutin ini, harapannya ketakwaan kita meningkat, yang nantinya berbanding lurus dengan pola kerja kita,” ujar Prof. Leny.
Beliau juga menekankan pentingnya kaitan antara spiritualitas dengan profesionalisme kerja. Menurutnya, pemahaman agama yang baik akan melahirkan etos kerja yang kuat. “Kita ingin melakukan pekerjaan dengan lebih baik lagi, dengan integritas tinggi, sehingga setiap kemampuan yang kita berikan bernilai amal pahala di sisi Allah SWT,” tambahnya.