web analytics

UIN Suska Riau Kembali Lahirkan Dua Guru Besar Baru

uin-suska.ac.id Dua dosen Universitas Islam Negeri Sultan Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau mengikuti kegiatan Pembekalan dan Penyerahan Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen menjadi Guru Besar dalam Rumpun Ilmu Agama Periode II Tahun 2025, yang berlangsung di Grand Serpong Hotel, Kota Tangerang, Banten pada Senin (15/12/2025). Acara ini dihadiri Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, jajaran pimpinan Kementerian Agama, pejabat Eselon I dan II, serta para Guru Besar di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A menegaskan bahwa jabatan Guru Besar di Kementerian Agama bukan hanya capaian akademik, melainkan amanah keilmuan yang menuntut keteladanan moral, integritas, dan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kualitas seorang guru besar tidak hanya dinilai dari karya akademik, tetapi juga dari integritas pribadi dan teladan dalam kehidupan. Dalam studi keislaman, guru besar tidak cukup mengajarkan Al-Qur’an sebagai Kitābullāh, melainkan juga sebagai Kalāmullāh, yang hanya dapat diakses oleh orang bertakwa, sehingga aspek spiritual dan konsekuensi keimanan sangat penting dan harus dipahami secara mendalam.

Selain itu, Menag menekankan bahwa seorang profesor harus menjadi guru sejati yang mampu memberikan pencerahan. Ilmu, menurutnya, adalah cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke dalam hati yang gelap. Guru Besar di Kementerian Agama harus menjadi teladan, sebagaimana Nabi menjadi teladan bagi para sahabatnya. Kita tidak bisa memberi pencerahan jika diri kita sendiri belum tercerahkan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, mengenang perjuangan panjang selama tiga tahun dalam penetapan kewenangan pengangkatan Guru Besar rumpun ilmu keagamaan di Kementerian Agama, yang melibatkan  pembahasan lintas kementerian. Ia menyebutkan bahwa sejak kewenangan tersebut berada di Kementerian Agama, jumlah Guru Besar di PTKIN meningkat signifikan, kini sekitar 1.800 orang, meskipun masih belum sebanding dengan jumlah program studi dan kebutuhan yang tinggi.

Kamaruddin Amin menegaskan bahwa pentingnya dukungan terus-menerus dan mengingatkan kemungkinan penerapan sistem formasi Guru Besar di masa depan, di mana pengangkatan akan bergantung pada kebutuhan dan ketersediaan formasi di masing-masing perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa selama iklimnya kondusif, percepatan pengembangan Guru Besar di PTKIN harus terus dilakukan agar kualitas dan kuantitasnya memenuhi kebutuhan pendidikan keagamaan di Indonesia secara optimal.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag menegaskan bahwa keberhasilan menjadi Guru Besar tidak hanya soal akademik, tetapi juga  ketekunan, konsistensi, dan komitmen. Kebutuhan Guru Besar di Kementerian Agama tidak hanya untuk rasio dosen dan mahasiswa, tetapi juga untuk meninkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, mengembangkan Outcome-Based Education, memperkuat pengabdian melalui pendekatan ABCD, PAR, dan Service Learning, serta menjadi role model agar hasil penelitian bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan Guru Besar dalam dua program prioritas Kementerian Agama, yaitu Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta, yang relevan dengan tantangan global.

Penyerahan KMA Guru Besar diikuti oleh 116 dosen Kementerian Agama dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Kedua dosen UIN Suska Riau yang menerima SK Guru Besar, adalah:

  1. Dr. Azni, M.Ag, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi sebagai Guru Besar dalam Rating Ilmu/Kepakaran Fiqh; dan
  2. Dr. H. Khairunnas Jamal, M.Ag., dosen Program Pascasarjana, sebagai Guru Besar dalam Rating Ilmu/Kepakaran Tafsir.

Bertambahnya dua guru besar di lingkungan UIN Suska Riau tentu menjadi energi baru bagi penguatan sumber daya manusia kampus. Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan rumpun ilmu agama, tetapi juga mempertegas posisi UIN Suska Riau sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan bereputasi global.