Post Views: 342
uin-suska.ac.id Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka mengadakan kunjungan akademik ke Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dengan tujuan memperkuat hubungan akademik serta menjajaki peluang kolaborasi di berbagai bidang keilmuan.. Kunjungan ini berlangsung pada hari Jum’at (21/11/2025 dan dipimpin langsung oleh Ketua International Office (IO) UIN Suska Riau, Dr. Endah Purnamasari, dalam diskusi yang digelar di Ruang Rapat Senat.
Wakil Rektor, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau, Dr. Hj. Rina Rehayati, MA, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mempererat jaringan akademik antara kedua institusi. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini akan membuka peluang kolaborasi dalam bidang riset, publikasi ilmiah, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang dapat mendorong pengembangan ilmu pengetahuan. “Kegiatan diskusi ini juga akan difokuskan pada kajian keislaman dengan menghadirkan para guru besar dan dosen senior,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan UiTM Melaka, Prof. Madya Dr. Mohd Faizal P. Ramli, menjelaskan bahwa tim peneliti dari UiTM datang dengan misi untuk memperluas dan memperdalam kajian terkait ekonomi dan bisnis Islam, muamalat, tamadun Islam, konseling Islam, serta industri halal. UiTM Melaka juga membuka peluang untuk menyelenggarakan seminar bersama dan konferensi internasional, termasuk kolaborasi dalam acara 7th Islamic Heritage in Malacca, yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.
Dalam kegiatan ini hadir juga Dekan Fakultas Tarbiyah IAITF Dumai, Dr. Deni Suryanto, M.Pd, yang turut menyampaikan pandangannya mengenai arah kemitraan ketiga institusi tersebut. IAITF Dumai berkomitmen untuk mengembangkan kajian keilmuan yang menjadi identitas bersama Indonesia dan Malaysia, termasuk pelaksanaan KKN Internasional di Melaka serta kajian sejarah tamadun Islam di Thailand.
Pertemuan akademik ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh untuk terciptanya kolaborasi baru antara UiTM Melaka, UIN Suska Riau, dan IAITF Dumai. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pendidikan Islam serta memperluas jaringan keilmuan antara kedua negara.