Post Views: 330
uin-suska.ac.id Pusat Karir Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau kembali menyelenggarakan kegiatan career coaching dan mentorship session bersama Manager PLN Icon Plus, Abdillah Arifin Rahman, pada Rabu (19/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Senat ini diikuti oleh 50 mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias mendalami wawasan dunia karier secara langsung dari praktisi profesional.
Dalam sambutanya, Kepala Pusat Karir UIN Suska Riau, Idria Maita, S.Kom., M.Sc., MCE menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar dari para profesional, mengingat tingkat persaingan di dunia kerja semakin kompleks. Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif memantau informasi peluang melalui pusat karir.
“Mahasiswa harus rutin melakukan pengecekan peluang kerja dan mengikuti job fair yang difasilitasi Pusat Karir UIN Suska Riau. Peluang selalu tersedia bagi mereka yang siap dan mau berusaha,” ujarnya.
Pihak kampus melalui Pusat Karir UIN Suska Riau menegaskan komitmen mereka dalam membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa. Kampus telah menyusun daftar perusahaan mitra untuk program magang, praktek kerja, dan peluang kerja setelah lulus.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Suska Riau Zarkasih, S.Ag., M.Ag., Ph.D, menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kemampuan non-teknis dalam perkembangan karier mahasiswa.
“Kecerdasan intelektual yang diperoleh dari bangku kuliah hanya menyumbang sekitar 20% terhadap kesuksesan karier. Sebaliknya, 80% faktor penentu berasal dari soft skills seperti komunikasi, adaptasi, dan kemampuan bekerja dalam tim,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kampus terus berupaya menyiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja yang semakin dinamis, melalui berbagai kegiatan pelatihan, pembinaan karier, dan kolaborasi dengan industri.
Paparan dari Abdillah Arifin Rahman Lubis, Manager Unit Layanan Riau–Kepri PLN Icon Plus, menegaskan bahwa Indonesia kini memasuki fase penting transisi energi sesuai target nasional dan RUPTL PLN 2025–2034 yang menjadikan energi terbarukan sebagai penggerak utama sistem kelistrikan.
Lebih lanjut, Abdillah menjelaskan bahwa pertumbuhan energi terbarukan khususnya tenaga surya dan angin, terus meningkat secara global dan diperkirakan mencapai 710 GW pada 2028. Hal ini membuka peluang besar bagi perguruan tinggi untuk menjadi pelopor penggunaan energi bersih melalui implementasi PLTS Atap dan sistem manajemen energi modern.
“Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga membuka peluang untuk membangun SDM unggul. Kampus adalah ekosistem penting untuk memulainya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UIN Suska Riau berharap mahasiswa dapat membangun kesiapan mental, teknis, dan jejaring profesional sebagai modal utama memasuki dunia kerja dan dunia usaha.