web analytics

Ma’had Al-Jami’ah UIN Suska Riau Gelar Dauroh Qowa’id untuk Meningkatkan Pemahaman Bahasa Arab Mahasantri

Uin-suska.ac.id Dalam upaya memperkuat pemahaman kaidah bahasa Arab di kalangan mahasantri, Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Syarif Kasim Riau menyelenggarakan kegiatan Dauroh Qowa’id secara rutin setiap hari Ahad dengan total 30 Jam Pembelajaran (JPL). Kegiatan ini mulai dilaksanakan sejak pertengahan Oktober 2025 dan menjadi bagian dari program penguatan kompetensi bahasa Arab yang menjadi ciri khas pembinaan di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah.

Kepala Pusat Ma’had Al-Jami’ah, Dr. H. Akmal Abdul Munir, Lc., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasantri terhadap kaidah bahasa Arab (qawa’id) sebagai bekal utama dalam membaca, memahami, dan mengkaji literatur keislaman.

“Bahasa Arab merupakan pintu utama menuju khazanah ilmu Islam. Melalui Dauroh Qowaid ini, kami berharap mahasantri mampu memahami struktur bahasa Arab, memiliki kemampuan dasar percakapan, membaca tulisan, serta memahami buku-buku berbahasa Arab. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Al-Qur’an,” ungkapnya.

Kegiatan Dauroh Qowa’id ini diasuh oleh Ustadz Yani Hamdani, S.S.I., Lc., pengajar Ma’had Al-Jami’ah sekaligus Direktur Lembaga Leesan Arabic. Ia bersama timnya menerapkan metode otak kanan dalam pembelajaran untuk memudahkan pemahaman kaidah bahasa Arab.

Metode otak kanan dikenal sebagai pendekatan yang menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami, sehingga konsep yang sulit dapat dijelaskan secara ringan dan cepat dipahami peserta. Dengan metode ini, proses pembelajaran tata bahasa Arab menjadi lebih menyenangkan dan efisien.

Ustadz Yani menyebutkan, dauroh ini bertujuan agar mahasiswa mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab di asrama. Setelah dua kali pertemuan, hasilnya sudah terlihat. Mahasiswa yang sebelumnya dari SMA dan belum pernah belajar bahasa Arab mampu menjawab pertanyaan dengan kosa kata yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Bahkan, mereka juga dapat membuat pertanyaan dan melakukan dialog dengan kosa kata baru yang sama sekali belum mereka pelajari.

Selama ini, seorang pelajar biasanya menghafal kalimat dialog dan mendemonstrasikannya di depan kelas. Mereka hanya mampu berdialog sesuai konteks kalimat tersebut. Berbeda dengan metode bahasa Arab otak kanan ini, peserta diajarkan bagaimana cara membuat pertanyaan dan menjawabnya, sehingga mereka mampu berdialog dengan tema berbeda-beda bahkan menggunakan kosakata yang belum mereka kuasai, ujar ustadz Yani dengan penuh semangat.

Salah satu tim dauroh, Ustadzah Ega, yang juga bertugas sebagai muwajihah, menilai bahwa metode ini sangat efektif dalam mengoptimalkan kemampuan belajar peserta.

 “Metode otak kanan ini luar biasa, sangat mudah dimengerti dan benar-benar bermanfaat bagi mahasantri,” ujarnya.

Di sisi lain, salah satu santriwati peserta dauroh, Putri, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.

“Melalui dauroh ini, saya menjadi lebih paham dasar-dasar tata bahasa Arab. Hal ini sangat membantu saya dalam memahami Al-Qur’an dan hadits secara lebih baik,” tuturnya dengan antusias.

Akhir pelaksanaan dauroh ini, Ustadz Yani sebagai mentor bersama timnya memberikan tes akhir untuk mengukur sejauh mana pemahaman yang telah diperoleh para mahasantri selama 15 kali pertemuan berlangsung. Dengan terlaksananya Dauroh Qowa’id ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Suska Riau terus menunjukkan komitmennya dalam membina mahasantri agar memiliki kemampuan bahasa Arab yang kuat, berpikir ilmiah, dan berkarakter Qurani.