Post Views: 336

uin-suska.ac.id – Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Prof Dr. Hj. Leny Nofianti MS, SE, M.Si, Ak, memberikan dukungan terhadap pernyataan Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. Nazaruddin Umar, MA yang meminta semua pihak untuk menjaga marwah dan martabat pondok pesantren. Pernyataan Menag tersebut merupakan respons atas sebuah tayangan di media nasional yang dinilai menyudutkan dan tidak merepresentasikan kehidupan santri secara utuh.
Prof Dr. Hj. Leny Nofianti MS, SE, M.Si, Ak menegaskan bahwa pondok pesantren telah menjadi tulang punggung pendidikan di Indonesia selama ratusan tahun, jauh sebelum negara ini merdeka. Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan yang mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga merupakan kawah candradimuka yang membentuk karakter, akhlak, dan moralitas generasi muda.
“Kami sepenuhnya sependapat dan mendukung ajakan Bapak Menteri Agama. Pesantren adalah pilar utama pembentukan karakter generasi muda dan jantung pendidikan bangsa ini. Kontribusi pesantren dalam melahirkan ulama, cendekiawan, dan pemimpin yang berintegritas tidak dapat dinafikan. Oleh karena itu, setiap upaya yang merendahkan citra pesantren adalah sebuah kekeliruan dalam memandang sejarah dan realitas bangsa,” ujar Prof. Leny di Pekanbaru.
Beliau menambahkan, tayangan media yang tidak sensitif terhadap kehidupan pesantren dapat melukai perasaan jutaan santri, alumni, dan para kiai di seluruh Indonesia. Kehidupan di pesantren, yang sarat dengan nilai-nilai kesederhanaan, kemandirian, penghormatan terhadap guru, dan semangat kebersamaan, merupakan aset sosial yang harus dijaga bersama.
“Pesantren telah terbukti menjadi benteng moral bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan degradasi moral, pesantren secara konsisten menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, moderat, dan toleran. Inilah yang dibutuhkan Indonesia hari ini dan di masa depan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Rektor UIN Suska Riau menjelaskan bahwa UIN sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam memiliki hubungan historis dan ideologis yang sangat erat dengan dunia pesantren. Banyak mahasiswa dan bahkan dosen di UIN Suska Riau merupakan alumni pondok pesantren. Sinergi antara tradisi keilmuan pesantren dan pengembangan akademik di perguruan tinggi telah terbukti menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, yang tidak hanya mumpuni secara intelektual tetapi juga matang secara spiritual.
“Sebagai Rektor, saya melihat langsung bagaimana lulusan pesantren memiliki fondasi karakter yang kuat saat mereka melanjutkan studi di UIN. Mereka memiliki etos belajar yang tinggi dan rasa hormat yang mendalam terhadap ilmu dan guru. Ini adalah modal besar,” tegas Prof. Leny.
Menutup pernyataannya, Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Prof Dr. Hj. Leny Nofianti MS, SE, M.Si, Ak mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku industri media, untuk lebih bijak dan cermat dalam memproduksi konten yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan. Ia berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarkan narasi-narasi positif tentang kontribusi pesantren untuk negeri, bukan sebaliknya.
“Mari kita bersama-sama menjaga marwah pesantren sebagai warisan luhur para ulama dan aset tak ternilai milik bangsa. Hargai kontribusi besar mereka untuk negeri ini dengan menyajikan informasi yang adil, mendidik, dan konstruktif,” pungkasnya.