Sunday, May 19, 2013

FDIK UIN Suska Riau Studi Akademik ke UIN Suka dan UGM

MEDIA CENTER-Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Suska Riau mengadakan studi akademik ke UIN Sunan Kali Jaga (UIN Suka) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), keduanya di Yogyakarta, Jumat-Sabtu (6-7/7/2012). Kegiatan yang diikuti sebagian besar pimpinan fakultas, dosen dan pegawai tersebut dan dipimpin langsung Dekan FDIK UIN Suska Riau Prof Dr Amril M MA.

Kunjungan tersebut, dalam rangka melakukan studi banding kegiatan akademik maupun administrasi perguruan tinggi, untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan proses belajar mengajar. “Kita memilih dua universitas tersebut, karena keduanya lebih tua dan tentunya lebih berpengalaman. Sehingga kita bisa lebih banyak menimba ilmu dengan harapan dapat meningkatkan kinerja FDIK ke depan,” ujar Amril.

Kunjungan pertama dilakukan di Fakultas Dakwah UIN Suka, dimana fakultas tersebut memiliki beberapa program studi yang sebagian besar hampir sama dengan program studi di FDIK UIN Suska Riau. “Fakultas Dakwah di UIN Sunan Kali Jaga sudah berdiri sejak tahun 1970 dan kini memiliki empat Jurusan dan satu Program Studi,” kata Dekan Fakultas Dakwah UIN Suka Dr H Waryono, saat memberikan sambutan.

Dijelaskan Waryono, rumpun akademik yang dimiliki antara lain Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Manajemen Dakwah (MD) dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). “Sedangkan satu Program Studi baru yang baru kami buka adalah Ilmu Kesejahteraan Sosial, yang sebelumnya menjadi konsentrasi di PMI,” jelasnya.

Selain itu, UIN Suka juga memiliki laboratorium penunjang dan pusat studi yang mendukung pengembangan akademik dan kompetensi mahasiswa. “Kami memiliki Pusat Studi Dakwah dan Transformasi dan Pusat Pengembangan Teknologi Dakwah. Kemudian dua laboratorium, yaitu kesejahteraan sosial dan manajemen dakwah,” jelas Waryono.

Menurut Sekretaris Jurusan KPI Saptoni MA, keberadaan pusat studi dan laboratorium tersebut dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa. Terlebih Pusat Pengembangan Teknologi Dakwah (PPTD)  memiliki stasiun televisi, radio kampus dan studio fotografi dan desain yang berperan penting menambah skill mahasiswa. Apalagi peralatan PPTD tergolong lengkap dan modern untuk ukuran perguruan tinggi.

“Dengan fasilitas tersebut, mahasiswa kami dapat meningkatkan skill praktis sehingga ketika lulus nanti mereka siap pakai,” ujarnya.

Universitas Riset

Sementara itu, dalam kunjungan ke Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UGM, Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi Muhamad Sulhan SIP MSi mengatakan, saat ini fokus kajian jurusan tersebut pada Jurnalisme dan Komunikasi Strategis. “Namun kami ingin beda dari yang lainnya, karena itulah riset menjadi jantung pengembangan program studi,” ujarnya.

Sulhan mengungkapkan, Jurusan Ilmu Komunikasi UGM juga memadukan aspek ilmu pengetahuan dan seni dalam mendidik mahasiswanya. Karena itulah mahasiswa Komunikasi UGM banyak menghasilkan karya yang mendapat prestasi di tingkat nasional dan internasional.

“Kami memiliki misi alumnus tidak menjadi tukang. Misalnya tukang foto, tukang syuting video atau tukang reklame. Kalau hanya menjadi tukang kursus saja dua bulan pasti bisa. Tapi kelebihan sarjana adalah karya yang dihasilkan harus berdasarkan riset yang matang. Riset harus menjadi nilai lebih di universitas. Sehingga Ilmu Komunikasi dapat sejajar dengan sains yang lain,” paparnya.

Salah satu keunggulan Jurusan Ilmu Komunikasi UGM adalah memiliki lembaga riset New Media Studies. Institusi otonom tersebut bertugas mengembangkan kajian media baru dan memperluas kerja sama internasional. “Bahkan untuk menjawab perkembangan yang terjadi kami tiga tahun sekali melakukan perubahan kurikulum. Kami undang mahasiswa, maunya apa? Itu yang akan kami berikan. Sehingga output kami update terus terhadap perkembangan, terutama realitas media baru,” imbuh Sulhan.

Lebih jauh, Manajer New Media Studies Syafrizal MSi mengatakan, dengan adanya institusi tersebut, UGM akan menjadi rujukan kajian new media di Indonesia. Ia juga menegaskan, Jurusan Ilmu Komunikasi di Indonesia harus melakukan diferensiasi keilmuan agar tidak seragam. “UIN Suska Riau juga harus berani berbeda dari yang lain,” ujarnya.

Beberapa langkah  yang sudah dilakukan, lanjut Syafrizal, seperti call paper bertema media baru, seminar-seminar dan kerja sama dengan perguruan tinggi asing, salah satunya Manchester University di Inggris. “Kajian new media yang kami lakukan bersifat holistik,” ungkapnya. (*)

Badri

 

 

Login Form